topmetro.news, Langkat – Diduga tidak puas dengan hasil rapat Banmus di bersama Komisi A DPRD Langkat, dengan marah ratusan warga beralih menggeruduk Kantor Bupati Langkat, Senin (20/4/2026) siang.
Bahkan, ratusan warga aksi dari Dusun Pantai Kadung, Ras Napal, Kodam Bawah Desa Bukit Mas, dan beberapa warga desa Kecamatan Besitang lainnya, serta Brandan Barat yang mengklaim telah menjadi korban banjir beberapa waktu lalu, terlihat marah langsung menerjang dan mendobrak pintu gerbang kantor Bupati Langkat yang dikawal Sat Pol PP dan puluhan personil Polisi.
Tidak ingin memancing amarah warga semakin beringas, petugas kepolisian terus mengawal jalannya aksi agar jangan sampai anarkis. Ratusan warga merangsek masuk hingga ke depan pintu masuk Kantor Bupati Langkat.
Saat aksi, Bupati Langkat H Syah Afandin SH memang tidak berada di kantornya karena sedang berada di Jakarta dalam rangka tugas terkait permohonan perubahan regulasi data bantuan korban terdampak banjir.
Coba Memprovokasi
Setibanya di area halaman Kantor Bupati Langkat, tiba-tiba ada seseorang pria dan teriakan ibu-ibu seolah memprovokasi, berusaha mengejar mobil yang dikendarai Kadis Kominfo, sembari meneriakkan Bupati Langkat berusaha kabur menghindari massa. Teriakan itu membuat puluhan warga turut emosi dan berusaha mengejar ke seluruh penjuru halaman kantor Bupati Langkat.
Khawatir massa berbuat anarkis merusak aset, Kabag Ops Polres Langkat Kompol Firman langsung bertindak tegas.
“Keluar semua dari lokasi. Jangan coba-coba berbuat anarkis. Keluar..! Kalau tetap memancing amarah massa lainnya, jangan salahkan saya untuk menangkap kalian. Keluar..! Bapak Bupati memang sedang berada di Jakarta. Jangan mau terprovokasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” katanya.
Mendengar hal itu, massa akhirnya berbalik arah dan menghentikan aksi puluhan warga yang melakukan sweeping sambari teriak-teriak.
Namun, beberapa emak-emak yang sejak awal selalu lebih keliatan vokal, seolah menunjukkan kemarahan sembari merekam upaya provokasinya melalui siaran live di akun TikToknya, terus berteriak memanasi warga.
Namun, setelah dijelaskan oleh Kasat Pol PP dan upaya Kabag Ops untuk menelpon Bupati Langkat, akhirnya massa kembali berkumpul di depan pintu masuk kantor Bupati Langkat.
Kapolres Langkat Tenangkan Massa
Tak lama berselang, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, berkesempatan menemui dan mengajak dialog massa yang masih saja terus berteriak memaksakan kehendak.
Terlihat, Kapolres mengajak massa untuk duduk dengan tertib. “Kami dari Polres Langkat mengerti dan memahami apa yang dirasakan saudara-saudara sekalian. Saya hanya mencoba memfasilitasi permasalahan yang Bapak Ibu suarakan saat ini. Tapi mohon, jaga ketertiban dan menjaga kebersamaan. Agar semua harapan Bapak Ibu bisa diakomodir,” ujar AKBP David.
Usai berhasil meredakan amarah warga, Kapolres juga meminta agar massa terus menjaga kesehatan dalam melaksanakan aksi, untuk makan, sholat Zuhur dan istirahat.
Beberapa perwakilan warga diterima Sekda Langkat, Amril, dan membahas tuntutan warga, bersama Kadis Sosial, Kalaksa BPBD Langkat dan Kadis Perkim. Sementara massa lainnya terus berteriak menunggu hasil pertemuan tersebut.
Hampir 15 menit, pimpinan aksi yang mengikuti pertemuan dengan Sekda, menjelaskan jika Bapak Bupati Langkat akan segera balik ke Stabat dari Jakarta.
“Bapak Bupati Langkat akan langsung balik naik pesawat dari Jakarta, untuk menemui kita. Jadi, kita diminta untuk menunggu beliau berkisar 2 jam sampai dari Jakarta. Jadi, kita harus menunggu di Alun Alun, sembari menunggu kedatangan Pak Bupati, sekalian beristirahat,” ujar koordinator aksi.
reporter| Rudy Hartono

